Ilustrasi: Migrain pada perempuan lebih sering terjadi lantaran pengaruh faktor hormonal. (Foto: Istockphoto/PeopleImages)
Migrain identik dengan sakit kepala yang berdenyut-denyut di satu sisi kepala. Namun, istilah kompleks migrain tidaklah sesederhana itu. Migrain kompleks didefinisikan sebagai sakit kepala dengan intensitas bervariasi yang menyebabkan gejala atipikal seperti stroke.
Istilah lain untuk menggambarkan migrain kompleks adalah migrain dengan aura, migrain atipikal, dan migrain hemiplegia. Berikut ulasan lengkap tentang migrain kompleks.
1. Kenali migrain kompleks
Perlu digarisbawahi bahwa istilah migrain kompleks jarang digunakan oleh dokter karena memiliki konotasi istilah umum yang menggambarkan gejala migrain lainnya, antara lain:
Gejala mirip stroke
Gejala dengan aura yang parah
Gejala migrain dengan aura yang berlangsung lebih lama dari biasanya
Kurangnya definisi yang jelas tentang migrain kompleks telah menyebabkan dokter beralih menggunakan istilah klinis yang lebih spesifik, seperti migrain hemiplegia (menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh karena aura) dan migrain oftalmoplegia (menyebabkan nyeri di sekitar mata dan perubahan visual yang berkepanjangan). .
2. Gejala migrain kompleks berbeda-beda pada setiap orang
Gejala migrain kompleks umumnya bervariasi dari orang ke orang. Namun tipe yang sering muncul terdiri dari dua fase.
Fase pertama adalah episode aura, di mana aura berposisi sebagai pendahulu migrain, yang berarti gejalanya bisa parah atau ringan.
Episode aura biasanya dimulai sebelum migrain terjadi yang dapat ditandai dengan beberapa gejala, termasuk:
Ada perubahan penglihatan, seperti titik buta, kilatan cahaya terang, atau penglihatan ganda
Perubahan kemampuan berpikir jernih
Kesulitan berbicara
Kelemahan di satu sisi tubuh bisa berkisar dari ringan hingga parah
Menurut National Organisation for Rare Disorders (NORD), gejala aura biasanya berlangsung sekitar satu jam, tetapi efeknya bisa bertahan hingga seminggu.
Fase kedua adalah migrain, gejalanya adalah:
Mual
Muntah
Sakit kepala
Sensitivitas terhadap suara
Sensitivitas terhadap cahaya
Seseorang yang mengalami migrain kompleks cenderung mengalami gejala yang datang dan pergi. Namun, kondisi ini berbeda dengan seseorang yang pernah mengalami stroke yang efeknya bisa bertahan lebih lama.
3. Pemicu migrain kompleks
Beberapa orang dapat mengalami migrain kompleks karena pemicu tertentu. Pemicu paling umum adalah:
Terlalu banyak tidur
Kurang tidur
Tertekan
Makan makanan tertentu yang dapat memicu migrain kompleks
Mencium bau yang menyengat
Paparan cahaya yang sangat terang
Terlalu banyak aktivitas fisik
4. Faktor risiko migrain kompleks
Para peneliti telah mendeteksi faktor risiko migrain hemiplegia pada tiga gen tertentu. Ketiga gen tersebut adalah ATP1A2, CACNA1A, dan SCN1A. Namun, dokter belum bisa menjelaskan secara detail korelasi antara perubahan gen dan penyebab migrain.
Sementara itu, seseorang yang berasal dari keluarga dengan riwayat migrain kompleks juga lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Menurut NORD, pola pewarisan mengambil sebanyak 50 persen dari persentase yang diwariskan dari orang tua ke anak. Selain itu, wanita memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi dibandingkan pria.
5. Pengobatan migrain kompleks
Pada dasarnya, pengobatan migrain bergantung pada gejala spesifik yang ditunjukkan. Untuk mengobati gejala langsung, dokter mungkin meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid, obat antimual, atau obat pereda nyeri.
Menurut American Migraine Foundation, jika seseorang menderita migrain hemiplegia, dokter biasanya tidak meresepkan obat-obatan seperti triptan dan ergotamin karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan biasanya tidak menyelesaikan gejalanya.
Strategi pencegahan untuk menghindari pemicu migrain dapat dilakukan dengan menghindari stres dan menghindari pemicu lingkungan seperti asap rokok atau minuman beralkohol.
Jika kamu mengalami gejala terkait migrain yang kompleks, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter, ya!
Situs Domino 99 | Agen Poker Online | Bolatangkas Online | Nobel Kiu

No comments:
Post a Comment