Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
NOBEL KIU - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Depok melakukan pemeriksaan terhadap ruangan-ruangan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah benda terlarang yang disimpan WBP.
Kepala Rutan Kelas 1 Depok, Anton mengatakan, pengecekan ruangan WBP merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan dari dalam rutan. Kegiatan ini dilakukan secara mendadak (sidak), dan disaksikan langsung dari aparat penegak hukum lainnya yang bersinergi dengan Rutan.
"Kami lakukan sidak dan petugas masuk ke dalam kamar WBP," kata Anton, Depok, Selasa (15/6/2021).
Temukan sejumlah benda terlarang di ruangan WBP
Anton menjelaskan, hasil pemeriksaan petugas menemukan sejumlah benda terlarang yang disimpan WBP. Barang-barang yang ditemukan antara lain tiga ponsel dan charger, satu speaker, satu power bank, satu pemanas air, satu gunting kuku, dan tiga gunting.
“Selain itu, kami juga menemukan satu set kartu remi, 11 senjata tajam modifikasi, satu batang besi, dan satu selang plastik,” katanya.
Anton mengatakan sejumlah barang tersebut dilarang keras disimpan di ruangan WBP. Dia tidak ingin barang-barang tersebut menyebabkan gangguan keamanan di penjara.
Melakukan penyitaan dan pemusnahan
Anton mengatakan, setelah mengumpulkan semua barang dan benda terlarang dari kamar WBP, semuanya dimusnahkan. Penghancuran tersebut disaksikan langsung oleh seluruh petugas dan aparat gabungan dari instansi lain.
“Kami hancurkan dan kami musnahkan benda terlarang yang kami temukan, salah satunya tiga unit handphone,” ujarnya.
Terapkan tiga kunci pemasyarakatan yang maju
Anton mengatakan, pemeriksaan rutin yang dilakukan Rutan Kelas 1 Depok ini merupakan bentuk komitmen pemberantasan peredaran barang terlarang di Rutan. Menurut dia, pihaknya berkomitmen untuk menerapkan tiga kunci pemasyarakatan maju dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“Kami ingin Rutan Kelas 1 Depok terdepan dalam menjalankan tiga kunci pemasyarakatan maju dalam menjalankan tugas dan fungsi,” ujarnya.
Anton berharap monitoring dan pengawasan yang ketat dapat menjadikan Rutan Kelas 1 Depok menjadi Lapas yang bersih. Dia tidak ingin di rutan memiliki obat-obatan dan barang-barang ilegal di dalam rutan.
“Ini komitmen kami sehingga kami terus mewujudkan itu,” pungkasnya.


No comments:
Post a Comment