Nobel Kiu - Presiden Jokowi berdialog dengan siswa di Deli Serdang, Sumatra Utara pada Kamis (16/9/2021). (dok. Biro Pers Kepresidenan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proses vaksinasi COVID-19 di SMKN 1 Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain meninjau, Presiden Jokowi juga melakukan dialog virtual dengan para siswa di sejumlah daerah.
Dalam dialog tersebut, ada pernyataan jenaka yang dilontarkan siswa SMAN 1 Perbaung, Muhammad Fajar Alfat, kepada Jokowi. Saking senangnya bisa berdialog dengan Jokowi hari ini, dia mengaku terbawa mimpi semalam sebelumnya.
"Dan juga pak, kami melihat bapak secara virtual gini aja pak, bah senangnya bukan main pak, terbawa mimpi tadi malam, pak," kata Fajar seperti yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/9/2021).
Fajar meminta Jokowi datang ke sekolahnya dan berjanji akan memberikan dodol
Tak hanya itu, Fajar juga meminta Presiden Jokowi untuk hadir di sekolahnya. Ia bahkan berjanji akan memberikan dodol kepada orang nomor satu di Indonesia.
“Apalagi pak, kalau bapak datang kemari pak, 15 menit saja pak dari Beringin pak, dekatnya pak. Nanti kalau bapak kemari, kami kasih dodol bapak, beh dodol kami pak, enaknya bukan main pak. Kemarilah bapak ya," kata Fajar merajuk pada Jokowi.
"Ini Serdang Bedagai kalau dari sini berapa kilo?" tanya Jokowi.
“15 kilometer pak lebih kurang,” kata Fajar.
"15 km, oh dekat ya? Ya, bertanya saja," canda Jokowi yang membuat semua orang tertawa.
Fajar mengaku senang bisa kembali belajar tatap muka
Fajar mengatakan, vaksinasi COVID-19 aman untuk pelajar. Ia pun mengaku senang karena bisa kembali belajar tatap muka meski terbatas.
“Alhamdulillahnya pak, kami sudah bisa tatap muka pak, walaupun bergantian pak. Dan itu sudah mantap kali bagi kami pak. Betul gak kawan-kawan?” kata Fajar.
Jokowi mengatakan pembelajaran tatap muka di bawah level 4 bisa dilakukan
Kemudian, dalam dialog dengan para siswa, Jokowi juga mengingatkan bahwa pembelajaran tatap muka secara terbatas dapat dilakukan. Namun, hanya untuk area di level 3 dan 2 saja.
"Gurunya divaksinasi, anak-anak divaksinasi, gak apa-apa vaksinasi pertama dulu, gak apa-apa. Silakan. Tetapi juga pembelajaran tatap muka terbatas bisa 30 persen, bisa 50 persen," katanya.
No comments:
Post a Comment