Breaking

NOBELKIU SITUS BOLA TANGKAS TERPERCAYA

Post Top Ad

Your Ad Spot

Saturday, April 3, 2021

Permasalahan Joseon Exorcist yang Berimbas Pada Mr. Queen

 

Sumber foto : dok. SBS


Industri drama Korea saat ini tengah menarik banyak perhatian masyarakat, terutama warga lokalnya dalam beberapa pekan terakhir. Hal tersebut karena kontroversi yang terjadi dalam drama Korea terbaru yang bertajuk Joseon Exorcist. Drama tersebut dituding telah memutarbalikkan sejarah Korea yang akhirnya berujung pada pemberhentian tayangan drama.


Joseon Exorcist adalah sebuah drama terbaru karya penulis Park Kye-ok yang menceritakan mengenai pemerintahan Raja Taejong dalam Dinasti Joseon era 1392-1910. Drama yang memiliki genre fantasy supernatural ini menggambarkan tentang pertarungan keluarga kerajaan melawan roh jahat.


Namun, sayangnya drama tersebut hanya berumur dua episode saja, karena setelahnya drama tersebut mendapat kritikan yang keras dari masyarakat yang membuat para sponsor juga ikut mencabut iklan mereka. Drama tersebut dikritik karena menggambarkan sosok Raja Taejong yang berhalusinasi dan membantai orang-orang Joseon yang tidak bersalah.


Tidak hanya itu saja, drama tersebut juga dikritik karena dinilai telah mendistorsi sejarah dengan menampilkan menu-menu makanan serta peralatan makan khas China di kala itu.


Walau telah meminta maaf, pihak stasiun televisi SBS akhirnya memutuskan untuk memberhentikan rencana penayangan drama yang dibintangi oleh Kam Woo-sung, Jang Dong-yoon, dan juha Park Sung-hoon ini. Para artis pemeran juga telah meminta maaf karena mereka terlibat dalam drama tersebut.


Namun, karena kekecewaan masyarakat akibat drama tersebut, kini akhirnya merambat ke banyak drama, salah satunya yaitu drama Mr. Queen yang juga ditulis oleh Park Kye-ok. Drama dengan genre komedi fantasi tersebut juga dinilai telah mendistorsi sejarah atas Raja ke-25 Joseon, yaitu Cheoljong.


Seperti yang dilansir dari Korea Times, warganet Korea meminta agar seluruh episode drama Mr. Queen diberhentikan dari layanan streaming.


Selain itu, mereka kini juga trngah mengkritik rencana penayangan dari drama yang bertajuk Snowdrop yang mengambil latar belakang waktu di tahun 1987, yaitu tahun ketika Korea Selatan sedang mengalami gerakan demokrasi nasional.


Lebih dari 96.434 orang diketahui telah menandatangani petisi yang diajukan ke Kantor Kepresidenan Korea Selatan dengan tuntutan untuk menghentikan penayangan dari drama Snowdrop.


Petisi tersebut mengklaim bahwa drama yang dibintangi oleh Jung Hae-in dan Jisoo BLACKPINK ini menampilkan seorang mata-mata sebagai karakter utama, serta dugaan adanya keterlibatan Korea Utara dalam gerakan demokrasi Korea Selatan.


Tidak hanya itu saja, petisi tersebut juga menyinggung mengenai keterlibatan tokoh-tokoh lain dalam penyiksaan dan pembunuhan orang untuk 'mempercantik' salah satu badan pemerintah Korea Selatan atau yang sekarang dikenal dengan nama Kementerian Keselamatan dan Perencanaan Nasional (NIS).


Namun, pihak JTBC menyatakan bahwa drama Snowdrop bukanlah sebuah drama yang ingin meremehkan gerakan pro-demokrasi dan mengagungkan Badan Perencanaan Keamanan Nasional dan mata-mata.


Terpisah, para pelaku industri drama khawatir jika munculnya perdebatan ini akan menghalangi proses pembuatan karya fiksi atau fantasi sejarah di masa mendatang karena rasa takut akan sensor publik.


Di sisi lain, para ahli juga mengatakan bahwa perdebatan akhir-akhir ini bukanlah mengenai pembatasan imajinasi. Mereka hanya diberi saran untuk benar-benar melakukan penelitian sejarah dengan benar sebelum akhirnya membuat karakter atau plot dalam drama.


Saluran penyiaran juga diminta untuk memeriksa lebih lanjut selama proses produksi, termasuk dengan menyaring sumber yang bermasalah dalam tahapan praproduksi.


"Fakta-fakta sejarah tidak bisa menggambarkan setiap momen di masa lalu, mereka (pelaku industri) bisa mengisi itu dengan imajinasi. Jika mereka berjalan dengan prinsip seperti itu, penonton akan biasa saja terhadap kesalahan sepele," kata kritikus budaya Kim Seong-soo.

Situs Domino 99 | Agen Poker Online | Bolatangkas Online | Nobel Kiu


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot