Breaking

NOBELKIU SITUS BOLA TANGKAS TERPERCAYA

Post Top Ad

Your Ad Spot

Saturday, July 24, 2021

Aduh! Data Pelanggan Dan Calon Pembeli VW Diretas Oknum Tak Bertanggung Jawab


Sumber : Istimewa


Nobel Kiu - Pihak Volkswagen (VW) menyebutkan jika terjadi kejahatan pencurian data yang berimbas pada sejumlah konsumennya. Tak tanggung-tanggung, pihak VW memprediksi terdapat lebih dari 3,3 juta pemilik dan calon pembeli mobil yang terancam data pribadinya diretas.


Dikutip dari Auto Blog, kejadian tersebut menimpa jutaan pemilik dan calon pembeli mobil di kawasan Amerika Utara. Tak hanya VW, merek terkemuka Audi juga dikabarkan terkena peretasan data pribadi pada sejumlah konsumen mereka.


Hal tersebut disampaikan langsung oleh pihak Grup Volkswagen Amerika pada Jumat 11 Juni 2021. Dijelaskan oleh pihak VW jika ada pihak ketiga yang secara tidak sah memperoleh informasi terkait data pribadi konsumen dan calon pembeli mobil Volkswagen dan Audi. Data konsumen tersebut meliputi sejumlah dealer di Amerika Serikat dan Kanada pada bagian penjualan dan pemasaran.


Grup VW telah menelusuri kasus tersebut dan menemukan sejumlah data mengenai penjualan dan pemasaran terhitung sejak tahun 2014 hingga 2019. Informasi tersebut disimpan dalam sebuah folder dan ditinggalkan oleh pihak ketiga tanpa adanya jaminan keselamatan.


Alhasil, folder yang berisikan data pelanggan dan calon pembeli tersebut berhasil dibobol. Sebagian besar data meliputi nama pemilik, nomor telepon hingga alamat email. Tercatat sebanyak lebih dari 90 ribu pelanggan Audi dan calon pembeli memiliki data sensitif yang terdaftar meliputi SIM, tanggal lahir, nomor jaminan sosial hingga nomor rekening bank.


Hal tersebut sangat rawan sekali mengingat terjadinya pelanggaran data oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab. Pihak VW kemudian memberikan sejumlah solusi, seperti penawaran layanan perlindungan kredit gratis kepada sejumlah konsumen yang terdampak peretasan data tersebut.


Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai pembobolan data tersebut. Pihak VW menyebut jika peretasan data pelanggan ini kemungkinan besar telah terungkap ke permukaan sejak bulan Agustus tahun 2019 hingga bulan Mei tahun ini.



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot