Breaking

NOBELKIU SITUS BOLA TANGKAS TERPERCAYA

Post Top Ad

Your Ad Spot

Tuesday, July 20, 2021

Pemerintah Inggris Minta OnlyFans Batasi Pengguna Anak Terkait Konten Porno

 

Gambar : Ilustrasi


NOBEL KIUKomisioner untuk anak-anak di Inggris meminta layanan berlangganan OnlyFans untuk lebih memperhatikan pengguna anak-anak. Lantaran, ditemukan akun anak-anak di bawah 18 tahun menggunakan identitas palsu untuk masuk ke OnlyFans dan menjual video eksplisit.


Kemudian, pada kasus lain, pihak kepolisian setempat dikabarkan menemukan anak 14 tahun menggunakan paspor neneknya untuk membuat akun OnlyFans.


Mengutip laporan BBC News, pada Minggu 13 Juni 2021, Komisioner Dame Rachel de Souza telah menulis ke situs web Inggris untuk menyampaikan ‘keprihatinan terdalamnya’ atas temuan tersebut.


Menanggapi hal tersebut, pihak OnlyFans mengatakan berencana untuk bertemu dengannya dan memperbaiki informasi yang salah.


Sebagai informasi, OnlyFans memungkinkan para pengguna untuk berbagi video, foto, dan pesan langsung dengan pengguna lain untuk mendapatkan sejumlah bayaran. Sebagai imbalan menyediakan platform, OnlyFans mengambil 20 persen ketuntungan dari semua pembayaran.


Didirikan oleh pengusaha Essex Tim Stokely pada tahun 2016 lalu, situs ini berkembang pesat selama pandemi dan sekarang telah memiliki lebih dari 120 juta pengguna.


Dari sekian banyak konten yang terdapat dalam platform-nya, konten paling terkenal adalah konten yang mengandung pornografi.


BBC News menemukan bahwa anak-anak di bawah 18 tahun telah menjual video eksplisit di situs tersebut, meskipun ilegal bagi orang-orang untuk membagikan gambar anak-anak yang tidak senonoh.

Selain itu, ditemukan juga remaja berusia 17 tahun yang menjual video dirinya sedang melakukan masturbasi dan kegiatan porno lainnya setelah mendaftar dengan menggunakan identitas palsu.


"Anak-anak membayar harga yang mahal untuk menjaga kita semua tetap aman selama pandemi, saya pikir sudah waktunya kita mengamankan mereka," kata Komisioner Dame Rachel.


Dalam surat yang dikirim Dame Rachel kepada Stokely, dituliskan ia ingin mendiskusikan terkait aturan yang diberlakukan perusahaan agar lebih memperhatikan dampak bahaya bagi anak-anak.


"Ini tidak bisa diterima," katanya.


Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, OnlyFans mengatakan telah menerima surat itu dan merencanakan untuk bertemu dengan Dame Rachel.


"Untuk menjelaskan kepercayaan dan proses keamanan kami dan memperbaiki informasi yang salah," katanya.


Menanggapi penelusuran yang dilakukan oleh BBC News, pihak OnlyFans mengatakan telah menutup akun yang ditandai dan mengembalikan semua langganan aktif.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot