Nobel Kiu - Perbedaan antara kesedihan dan depresi dapat dikenali dari tingkat keparahan gejala yang muncul dan berapa lama gejala tersebut berlangsung. Selain itu, perbedaan kesedihan dan depresi juga terletak pada dampaknya terhadap kualitas hidup seseorang.
Beberapa orang menganggap depresi dan kesedihan adalah hal yang sama. Faktanya, ada sejumlah perbedaan mendasar antara kesedihan dan depresi.
Perasaan sedih muncul sebagai reaksi normal ketika seseorang mengalami stres yang berlebihan, misalnya ketika kerabat atau anggota keluarga meninggal, baru saja bercerai, atau baru saja diberhentikan dari pekerjaannya. Setelah masa sulit itu berlalu, biasanya rasa sedih itu akan hilang dengan sendirinya.
Berbeda dengan kesedihan, depresi berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini merupakan gangguan jiwa serius yang dapat mengancam kesehatan psikis dan fisik. Jika depresi tidak diobati, sangat tidak mungkin untuk hilang dengan sendirinya.
Perbedaan Kesedihan dan Depresi dari Berbagai Aspek
Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara kesedihan dan depresi yang perlu kamu ketahui:
1. Faktor pemicu yang berbeda
Perbedaan antara kesedihan dan depresi juga terletak pada ada tidaknya pemicu. Kesedihan biasanya dipicu oleh kesulitan hidup, sakit hati, atau peristiwa yang tidak menyenangkan, seperti kematian orang yang dicintai atau perceraian. Dengan kata lain, kita cenderung merasa sedih karena peristiwa atau faktor pencetus yang jelas.
Sedangkan depresi tidak selalu muncul saat terjadi peristiwa atau situasi yang sulit. Depresi bahkan sering terjadi tanpa faktor pemicu yang jelas. Orang yang depresi cenderung merasa sedih atau hampa sepanjang waktu, meskipun tidak ada hal khusus yang terjadi pada mereka.
2. Dampak pada kualitas hidup
Perasaan sedih biasanya bersifat sementara dan akan hilang seiring berjalannya waktu ketika peristiwa sulit dilalui atau hanya dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan. Sedangkan depresi dapat mempengaruhi pikiran, emosi, persepsi, dan perilaku seseorang secara permanen.
Tidak seperti kesedihan, depresi tidak hilang dengan sendirinya dan memerlukan perawatan medis untuk mengobati gejalanya.
Orang yang mengalami depresi akan merasa kurang berenergi, tidak termotivasi, dan kosong. Perasaan ini bisa cukup parah untuk mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, dan produktivitas.
3. Gejala depresi lebih parah dari sekedar perasaan sedih
Saat sedih, seseorang cenderung mengungkapkannya dengan menangis atau menyendiri sejenak hingga rasa sedih itu hilang. Berbeda dengan perasaan sedih biasa, gejala depresi bisa dirasakan terus menerus dan berkepanjangan.
Tidak hanya perasaan sedih, depresi juga memiliki gejala lain yang menyertai, seperti:
Merasa sedih, cemas dan kosong sepanjang waktu.
Merasa tidak berharga dan terbebani dengan rasa bersalah atau penyesalan yang mendalam.
Kehilangan minat dalam segala hal, termasuk kegiatan atau hobi yang sebelumnya menarik.
Mudah marah dan tersinggung.
Tidak ingin keluar rumah atau mengurus diri sendiri.
Insomnia atau terlalu banyak tidur.
Nafsu makan berkurang atau sebaliknya, nafsu makan terus meningkat.
Perubahan berat badan yang signifikan.
Selalu merasa lelah dan kehilangan.
Kesulitan berkonsentrasi, berpikir, dan membuat keputusan.
Tidak adanya atau berkurangnya hasrat seksual.
Ide untuk melukai diri sendiri atau percobaan bunuh diri muncul.
Seseorang dapat disebut menderita depresi jika memiliki beberapa gejala di atas dan gejala tersebut menetap selama 2 minggu atau lebih.
Jangan pernah berpikir untuk bertahan hidup, apalagi menunggu gejalanya berlalu. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat jika kamu atau kenalan kamu menunjukkan gejala depresi tersebut.
4. Pengobatan depresi dan kesedihan berbeda
Ketika hidup menjadi sulit dan perasaan sedih melkamu, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membantu meredakan perasaan tersebut. Ada beberapa cara untuk mengatasi kesedihan, antara lain:
Manjakan diri kamu dengan melakukan perawatan kecantikan di salon kecantikan atau spa, menyantap makanan lezat yang kamu sukai, menonton film atau serial komedi, hingga pergi berlibur atau jalan-jalan selama beberapa hari.
Olahraga teratur dan istirahat yang cukup.
Bermeditasi atau mandi air hangat sebelum tidur, jika perasaan sedih membuat sulit untuk tidur.
Mengobrol atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, atau bermain dengan hewan peliharaan.
Cara-cara di atas juga bisa membantu seseorang yang depresi merasa lebih baik. Namun umumnya, depresi tidak akan mereda tanpa pengobatan. Orang yang mengalami depresi membutuhkan perawatan khusus dari psikiater, berupa konseling, psikoterapi, dan pemberian obat antidepresan.
Depresi dan kesedihan adalah dua hal yang terkait, tetapi mereka tidak sama. Kesedihan adalah bagian dari depresi, tetapi perasaan sedih ini umumnya bersifat sementara. Sedangkan depresi merupakan penyakit yang tidak akan membaik jika tidak diobati.

No comments:
Post a Comment