Dapatkan Tuhan Dibuktikan dengan Menggunakan Sains?
Nobel Kiu - Eksistensi Tuhan dan pembuktian keberadaan-Nya dengan ilmu sains selalu menjadi hal yang cukup menarik dan sering untuk diulas. Salah satunya ialah pembahasan yang diberikan oleh Ethan Siegel seorang ilmuwan astrofisika dan science communicator dalam tulisan di majalah Forbes.
Jawaban dari judul berita ini ialah BISA. Menurut Siegel, terdapat banyak hal yang bisa jadi merupakan bukti atas keberadaan Tuhan. Salah satunya ialah sejumlah 'kebetulan' yang terjadi pada kehidupan di Bumi:
Kita berada pada jarak yang sesuai dari Matahari sehingga suhunya kondusif untuk kelangsungan kehidupan;
Bumi mempunyai tekanan atmosfer yang tepat untuk air mencair pada permukaan;
Kita mempunyai bahan yang tepat dan keseimbangan yang akurat antara elemen berat dan molekul organik supaya kehidupan bisa tercipta;
Kita mempunyai jumlah air yang tepat sehingga dunia kita mempunyai lautan dan benua;
Dan proses terbentuknya Bumi dimulai jauh lebih awal sebelum manusia ada.
Bila kita melihat planet lain yang kita ketahui perbedaannya tampak sangat mencolok. Apakah semua hal di atas merupakan sebuah kebetulan semata?
Mari kita bahas lebih dalam di bawah:
Secara ilmiah, kondisi apa yang kita perlukan supaya kehidupan dapat tercipta?
Mengenai jarak Bumi dan Matahari sangatlah tepat. Bagaimana bila kita terlalu dekat dengan pusat galaksi? Bukankah tingkat supernova yang tinggi bakal 'membakar' Bumi dan juga meniadakan kehidupan? Bagaimana bila kita tidak mempunyai planet seperti Jupiter untuk membersihkan sabuk asteroid, bukankah banyaknya asteroid yang akan terbang ke arah Bumi dan bakal menghapus kehidupan apapun?
Tanpa planet mirip Jupiter, apakah asteroid bakal membahayakan kehidupan yang ada di Planet Bumi? Jawaban bisa jadi tidak namun bisa jadi juga iya. Jadi bisa dibilang, kehadiran Planet Jupiter pada posisi yang tepat kemungkinan merupakan penyelamat kehidupan di Bumi dan Tuhan sudah pasti berpikir sangat jauh ketimbang nalar manusia.
Lalu yang terakhir, manusia hadir pada waktu yang tepat pada ketika kondisi Bumi sudah layak huni. Sudah banyak ditemukan planet yang berpotensi layak huni yang mana kehidupan mungkin bisa berusia 7 hingga 9 miliar tahun. Bisa jadi, manusia di Bumi bukanlah peradaban pertama yang ada di alam semesta yang luas ini atau malah memang hanya ada kita selama ini. Kondisi yang kita perlukan supaya kehidupan muncul sejauh yang dapat kita ukur sepertinya terdapat di seluruh galaksi dan bahkan mungkin di semua alam semesta.
Siegel berpendapat sains tak perlu dipertentangkan dengan keimanan kepada Tuhan. Hal itu disebabkan manusia mempunyai keterbatasan dalam memahami apa yang telah terjadi di jagat raya ini.
Situs Domino 99 | Agen Poker Online | Bolatangkas Online | Nobel Kiu
No comments:
Post a Comment