Breaking

NOBELKIU SITUS BOLA TANGKAS TERPERCAYA

Post Top Ad

Your Ad Spot

Wednesday, March 10, 2021

Permainan High Pressing ala Thomas Tuchel Sekelas Bayern Munchen

 

Thomas Tuchel merubah gaya permainan Chelsea menjadi High Pressing. Sumber foto: chelsea-news.co


Chelsea bisa sesukses Liverpool dan Bayern Munich saat memainkan high pressing. The Blues yang saat ini masih belum terkalahkan dengan high pressing ala Thomas Tuchel.


Tuchel sendiri berhasil membangkitkan Chelsea sejak mengambil alih kursi manajer dari Frank Lampard pada Januari lalu. The Blues yang tak pernah kalah dalam 11 laga bersama manajer asal Jerman. Mereka berhasil menang delapan kali dan hasil imbang tiga kali.


Terakhir, Chelsea berhasil mengalahkan Everton 2-0 di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Inggris, Selasa (9/3/2021) dini hari WIB. Hasil ini langsung memantapkan Tim London Biru di peringkat keempat dengan raihan 50 poin.


Tuchel juga berhasil menorehkan rekor usai mengantarkan timnya tak kebobolan saat menghadapi The Toffees. Ia adalah manajer pertama di Inggris yang mencatatkan clean sheets di lima laga kandang pertamanya secara berturut-turut.


Chelsea yang saat ini memang begitu sulit ditembus lini belakangnya usai ditukangi Tuchel dengan hanya baru kebobolan dua gol. Strategi high pressing yang diterapkan mantan pelatih PSG ini menjadi kunci torehan impresif Chelsea saat ini.


Bek Chelsea yang juga kompatriot Tuchel, Antonio Rudiger, bahkan menilai bahwa Chelsea berpeluang sesukses Liverpool dan Bayern Munich yang juga mengandalkan bermain dengan high pressing. Tuchel memang punya kesamaan dengan manajer Liverpool, Juergen Klopp dan pelatih Bayern, Hansi Flick yaitu sama-sama berasal dari Jerman.


Ruediger juga mengatakan Jerman sudah sangat identik dengan hal high pressing. Itu artinya Tuchel sudah  jelas paham betul bagaimana penerapan taktik ini agar optimal di timnya sekarang Chelsea.


"Ketika sebuah tim bisa menjagamu untuk tetap bermain di wilayah sendiri. Maka akan sangat sulit untuk melewati garis lini tengah," ujar Ruediger dikutip dari Dailystar.


"Liverpool yang melakukan ini dengan sangat baik dalam beberapa tahun terakhir karena Klopp. Di Jerman banyak tim bermain seperti ini. Bayern Munich juga melakukan apa yang dilakukan oleh liverpool dan Chelsea."


"Mereka juga selalu memainkan counter press. Dalam lima detik setelah Anda kehilangan bola, Anda harus berusaha merebutnya kembali. Ruang kemudian menjadi lebih terbuka dan bisa membuat lebih dekat dengan gawang lawan.


"Anda tidak akan berlari lebih dari 70 meter untuk mendekati gawang karena Anda sudah berada di sana. Saya pikir Anda dapat melihat hasilnya dengan di timnas Jerman -memenangi juara Piala Dunia 2014," tambahnya.


Situs Domino 99 | Agen Poker Online | Bolatangkas Online | Nobel Kiu

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot