Breaking

NOBELKIU SITUS BOLA TANGKAS TERPERCAYA

Post Top Ad

Your Ad Spot

Thursday, December 10, 2020

TERKAIT ANGKA KENAIKAN COVID-19 DI JATENG, GANJAR - TANGGUNG JAWAB DAN SIAP DIPANGGIL JOKOWI



Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tengah mengaku siap untuk bertanggung jawab atas penanganan COVID-19 yang telah terjadi di Jawa Tengah. Terlebih, ketika Presiden Jokowi tengah menyoroti telah terjadi penambahan kasus COVID-19 secara drastis di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.


Ganjar siap menjelaskan akan adanya kontroversi data penambahan kasus COVID-19 di Jateng kepada Jokowi. Karena, berdasarkan dari data Pemprov Jateng, tidak ada penambahan sebanyak 2.036 kasus pada tanggal 29 November 2020, namun hanya 844 kasus saja.


"Supaya tidak emosi, semua tenang tidak saling menyalahkan, Gubernur Jawa Tengah bertanggung jawab dan siap dipanggil, siap clearance, siap membetulkan dan terakhir siap dihukum," ucap Ganjar dilansir dari tvOne, Selasa, 1 Desember 2020.


Ganjar menegaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah tetap serius dalam melakukan penanganan COVID-19, termasuk untuk tak henti-hentinya mengampanyekan kepada masyarakat supaya terus mematuhi protokol kesehatan 3M dan tidak membuat kerumunan. "Kami di minggu terakhir ini tes (COVID-19) kami sudah 70 ribu, dan jauh melebihi WHO, kalau tidak salah kami kedua terbanyak setelah DKI," ucapnya.


Sementara itu, mengenai kenaikan angka COVID-19 di Jateng ini sempat disorot oleh Presiden Jokowi ketika memimpin rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Senin. Ganjar menyebut terdapat kesalahan data yang telah diterima Satgas COVID-19 pusat terhadap data laporan kasus COVID-19 harian di Jateng. 


"Kesalahan data ini terjadi kali keempat, catatan kami 844 itu bukan 2.036, di tanggal 29 (November) segitu. Maka kita punya perbedaan 1.192," ucap Ganjar Dia menilai, kesalahan data kasus harian COVID-19 Jateng yang dirilis pusat ini sudah yang keempat kalinya terjadi. Rata-rata kesalahan yang telah terjadi merupakan penggabungan data COVID-19 real time dengan data delay. Belum lagi terdapat data kasus yang masih membutuhkan validasi lebih lanjut.



Untuk penambahan angka COVID-19 di Jateng sebanyak 2.036 kasus yang telah dirilis pusat, Ganjar langsung memerintahkan kepada jajarannya untuk mengecek langsung ke lapangan. Dan untuk hasilnya, memang ditemukan banyak data ganda.


"Saya usul nih, kalau datanya masih ragu jangan di-launching, karena kami siap integrasikan data. Bahkan setelah ini rame malah ada yang marah-marah ke saya, saya sampaikan tidak, kami 844, angka 2.036 dari mana?" jelas Ganjar. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyoroti adanya peningkatan kasus positif COVID-19 secara drastis di DKI Jakarta dan Jawa Tengah dalam sepekan terakhir ini.


Demikian disampaikan oleh Presiden Jokowi ketika memimpin rapat terbatas dengan topik "Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional" yang telah diikuti oleh para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Senin, 30 November 2020.


"Saya ingin ingatkan bahwa ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam 2-3 hari ini peningkatannya sangat drastis sekali yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta," ucap Presiden Jokowi.





#nobelkiu #nobelkiuterpercaya #qqterpercaya #agennobelkiu #situsqqterpercaya #gameonlineqq #gameonlinenobelkiu #agengameonline #situsgameonline #gameonlineqqterpercaya #mainnobelkiusaja #dirumahsaja #psbbjakarta #pakaimasker #staysafe #stayhealty #jagajarak #covid19

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot